|
usaha |
|
|
Ditulis Oleh djoko ekwanto
|
|
Selasa, 21 Juli 2009 |
|
ayo usaha
Mas-mas,mbak-mbak kabeh sing wis pada lulus nduwe ijazah, mbok kuwi sma,smka,d1,d2,d3 ,S1 lan s sakteruse.
Gak usah bingung gak usah mumet, gak usah kakehan ngimpi pengin iki, pengin kuwi, wis gek ndang mulai usaha apa wae.
Arep tani yo belajar tenanan tani ki piye?arep ndagang yo ndang ndagang apa sing kira2 payu didol, arep makelar wis apa wae dimakelari.
Gak usah nganggo teori macem macem kuncine cuma siji : gek ndang lekas
Mumpung umure durung 40 tahun, merga yen wis lewat umur 40thn wis pokoke susah. Da senenga sing umure durung 40th,gek ndang lekas usaha apa wae sing nurut atimu yakin yen sliramu bakal sukses, paling ora isa mangan
asal sliramu temen setiti, yakin karo kabeh sing tok lakoni,gak ragu2 tak jamin lewat rong tahun, usahane pasti mlaku.
Mergo ora ana sekolah langsung smp, ning tetep sengko tk,sd,smp lan sakteruse.
Cepet sing nandur, cepet uga sing bakal panen.
Pokoke yakin, indonesia isih kurang akeh wong sing nduwe karep sing temen
Salam sukses nggo kabeh, yen ra pengin gelo, cepet cepet wae ok
Wasalam |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Senin, 12 Oktober 2009 )
|
|
|
Bikin Duit Dari Sak Semen |
|
|
Ditulis Oleh Slamet Riyadi
|
|
Senin, 31 Maret 2008 |
|
Mencetak Wayang dari Kertas Bekas Semen Di tangan para dalang, tokoh-tokoh perwayangan menampilkan perannya masing-masing. Dari lembaran-lembaran kulit binatang, wayang-wayang itu dibuat. Itulah sebabnya disebut wayang kulit.Namun, ada yang unik dan kreatif dari sebuah dusun di Jawa Timur. Di sini, tepatnya di Dusun Krajan, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, wayang tidak dibuat dari kulit binatang. Sosok laki-laki lanjut bernama Soekarno menciptakannya dari kertas bekas pembungkus semen yang disebut seplit.'' Ya, karena betul-betul tidak ada modal lagi. sementara saya sangat suka dengan wayang, dan butuh makan,'' kata Soekarno kepada Republika, beberapa waktu lalu, tentang alasannya beralih memakai bahan baku kertas bekas pembungkus semen. Di atas lembaran-lembaran cokelat bertekstur keras mirip kulit itu, Soekarno menggambar tokoh-tokoh wayang dan memotonginya. Pria kelahiran 1945 ini menekuni wayang kulit beserta perwatakannya sejak usia belasan tahun. Pria yang tinggal di perkampungan dingin di kaki Gunung Panderman itu mendesain wayang, menggambar, dan mengecatnya sesuai pesanan. Bahan baku berupa seplit tadi tidak ditemukan di toko mana pun. Sebab, Soekarno sendiri yang meramunya.Lebih jauh tentang seplit, bahan baku ini hasil ciptaan Soekarno dari hasil daur ulang kertas-kertas bekas pembungkus semen. Ia mendapatkan kertas-kertas berwarna coklat dan kotor itu dari siapa pun. Dengan spons basah, ia mengelap kertas-kertas tersebut. Lalu satu per satu kertas bekas itu dicuci dan dikeringkan dengan cara mengangin-anginkan, bukan menjemurnya di bawah sinar matahari.Setelah kering, kertas-kertas coklat tadi ditempelkan pada kertas semen lain dengan lem tembok hingga ketebalannya mencapai rangkap sembilan lembar kertas. Ketika kering, hasilnya mirip kulit hewan yang dikeringkan. Keras dan liat. ''Selesai dilem pada kertas lain, digosok-gosok pakai lap. Lalu, jadilah seplit,'' ujarnya.Pemberian nama seplit pada bahan itu lebih karena merupakan ungkapan emosional Soekarno terhadap keadaan yang dialami sepanjang melestarikan budaya wayang. Seplit, katanya, adalah akronim dari ungkapan Jawa Seseking ati nganti kertas semen dilempit-lempit. (Begitu sesak rasa hatinya hingga kertas semen dilipat-lipat).Sejak 1984 Soekarno sangat jarang menggunakan kulit hewan sebagai bahan wayang. Alasannya klasik, dia tidak punya dana untuk membeli kulit. Semakin lama ia bahkan merasa yakin, seplit lebih unggul dari kulit. Sebab, kulit merupakan bahan yang 'hidup' sehingga mudah sekali menjamur, apalagi catnya mudah luntur.Kehadiran wayang seplit Soekarno cukup diakui pemerhati budaya wayang dari Denmark, Belanda, dan Australia. Terbukti dari beberapa foto yang disimpan dalam albumnya. Tampak sejumlah mahasiswa bule pernah mengunjungi rumahnya ketika ia masih tinggal di Jalan Mergan Lor, RT 11 RW 06, Sukun, Kota Malang.Bahkan seorang seniman Belanda bernama Coor Muller menuliskan kesan pada buku tamu, ''You are real artist! Thank you for explanation, and all your patience to tell me the meaning of wayang. ''Perhatian juga datang dari beberapa perwira tinggi TNI pada masa orde baru. Dari catatan pribadi, ada sedikitnya tiga perwira tinggi yang peduli lalu memberikan kontribusi pada Soekarno. Yakni, Pangarmatim pada tahun 1990-an, Laksamana Bambang Suryanto, Jenderal TNI Wiyogo Suyono, dan beberapa pejabat TNI lainnya.Wayang seplit Soekarno dijual relatif murah, berkisar antara Rp 35 ribu hingga Rp 50 ribu per tokoh. Werkudoro, misalnya, dijual Rp 50 ribu. Tokoh-tokoh wayang yang sering dipesan beberapa seniman dari mancanegara antara lain, Kumbo Karno, Anoman, Broto Seno, Punto Dewo dan Punokawan.mamang pratidina ( ) |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Sabtu, 03 Mei 2008 )
|
|
|
Bermimpi-lah |
|
|
Ditulis Oleh Slamet Riyadi
|
|
Minggu, 30 Maret 2008 |
BERMIMPILAH DAN WUJUDKAN! Bisnis adalah usaha mulia. Disamping menguntungkan, kita bisa membuka lapangan pekerjaan bagi yang membutuhkan. Tapi semua harus dimulai, bukan hanya sekedar ide semata. Pernahkan kita bercita‐cita menjadi direktur di perusahaan kita sendiri? Lalu mengapa kita terjebak dalam rutinitas pegawai kantoran, kuliah atau rumah tangga tanpa sedikit terpikirkan akan membuka usaha yang menguntungkan. Padahal kesempatan anda untuk memulai bisnis terbuka lebar setiap hari Mulailah sekarang Seringkali istilah perusahaan belum dianggap sebagai pekerjaan. Bahkan, masyarakat kita banyak yang lebih menghargai pegawai kantoran yang nampak bekerja dari pagi dan petang. Tapi pengusaha, apalagi kecil masih dipandang sebelah mata. Padahal lewat bisnislah, orang bisa memperoleh keuntungan berkali lipat dibandingkan pegawai kantoran. Dan itu bisa dimulai dari rumah. Bisnis rumahan bila dikelola secara professional akan menjadi lebih besar. Banyak bisnis berhasil yang dimulai dari bisnis rumahan seperti pemilik wardah, kosmetik suci dan halal, Nurhayati Subakat misalnya, awalnya harus menjajakan produk shamponya dari satu salon ke salon lain. Kini produknya tersebar di seluruh Indonesia dan ratusan orang bekerja padanya. Peluang itu ada dimana‐mana, cobalah buka mata, telinga dan intuisi anda dengan baik. Anda akan menemukan banyak sekali ide usaha. Bila anda hobi memasak, merancang sepatu, mengumpulkan barang bekas, mengumpulkan komik, bisa jadi ide bisnis anda. Asalkan kita kreatif dan membuat sesuatu yang disukai pasar maka peluang untuk berhasil lebih terbuka. Anda bisa mengikuti jejak Nila Sari yang sukses dalam bisnis membuat kue, atau pendisain sepatu eksklusif seperti Linda Chandra atau bisa juga ide kreatif anak muda yang dituangkan lewat tulisan seperti pada Kaos Dagadu Yogya Andapun bisa menciptakan peluang itu, misalnya saja peluang untuk membuat tempat penitipan anak atau bisnis barang bekas lewat internet. Menciptakan peluang ynag sama sekali baru saja dicetuskan oleh Jeff Bezos yang berinovasi menjual buku lewat internet dengan amazon.comnya akhirnya sukses luar biasa dan menjadikannya milyuner di usia muda. Tak salah juga jika Anda mengekor bisnis yang sudah dibuka orang lain. Misalnya bisnis ayam goreng yang sudah menyebar di kota besar ternyata menimbulkan ide menjual ayam goreng ala Mc Donald yang harganya lebih terjangkau masyarakat atau juga bisnis busana muslimah yang mulai menjamur. Tentu kita harus lihat apa kebutuhan pasar terhadap busana muslimah. Kekosongan yang tidak tersedia, dapat kita isi. Lalu apa yang kita lakukan jika ide sudah tercetus? Lakukan saja. Maksudnya disini bukan tanpa perhitungan. Hanya saja jka terlalu ketat menghitung‐hitung resiko yang muncul kemudian adalah rasa ragu‐ragu. Ide cemerlang kita bisa segera ditangkap orang lain. Berawal dari mimpi Bermimpilah besar dan terus bermimpi besar,kata pepatah. Karena semua yang kita nikmati sekarang berasal dari mimpi yang dianggap tidak mungkin. Dulu Sosrodjojo ditertawakan orang karena dinilai bermimpi menjual teh dalam kemasan botol. Atau Tirto Utomo yang ditertawakan karena idenya menjual air minum kemasan. Ide itu kini terwujud sebab siapa yang tak kenal Teh Botol Sosro dan Aqua. Kini merk itu telah jadi trendsetter dari produk teh dan minuman mineral sejenis. Di Amerika ada Bill Gates yang meninggalkan bangku kuliah bisnis di Harvard, sebuah sekolah elit di Amerika dan serius menekuni microsoftnya. Dia bermimpi kelak di seluruh dunia akan ada Komputer Pribadi (PC) di setiap rumah. Impian itu menjadi slogan yang dikenal luas dengan “Computer on every desk and in every home “. Mimpinya jadi kenyataan Jika kita telah berani bermimpi, sebenarnya mimpi itu bisa kita wujudkan dengan kerja keras dan kesungguhan. Jangan takut bermimpi, walaupun anda membuka usaha skala kecil saja di rumah Berani adalah modal Jika anda sudah memiliki mimpi dan ide yang baik,kenapa tidak mulai sekarang? Beranikan diri untuk mencoba. Berani adalah modal seorang enterpreuner. Mencoba ide atau gagasan secara langsung adalah tantangan yang menyenangkan. Banyak ilmu didapat dibanding sekedar membaca teorinya saja. Andaikan modal adalah alasan terbesar anda maka ketahuilah banyak pengusaha yang sukses yang mulai usaha dari nol. Ada yang berjualan batik titipan orang, keuntungannya dijadikan modal usaha seperti Dyah Suminar, pengusaha wanita asal yogya. Ada pula Purdi Chandra , pemilik bimbingan Belajar Primagama, yang memulai usaha hanya dengan 300 ribu hasil melego sepeda motornya. Lihat pula Abdullah Gyamnastiar yang merintis divisi usaha pesantren Daarut Tauhid dengan menggelar dagangan yang modalnya berasal dari seorang janda. Jadi modal bukanlah permasalahan paling besar yang dihadapi oleh pebisnis pemula. Berani Gagal Menurut Tyas Soekarsono, dosen sekaligus pengusaha, keserusan dan kesungguhan dalam bisnis juga menjadi factor yang menentukan keberhasilan bisnis yang Anda tekuni. Hal ini berlaku pula dengan bisnis yang dimulai dari rumah. “Kerja keras perlu tapi jangan sampai tidak efektif dan tidak efisien”, ujarnya mengingatkan.Work hard and work smart adalah motto para enterpreuner. Jangan malas dan merasa puas atas yang didapat. Hal penting lainnya adalah daya inovasi yang tinggi terhadap layanan produk dan jasa.karena itu seorang pebisnis harus pandai mengikuti perkembangan pasar dan melihat perilaku pesaing. Pebisnis harus menyadari bahwa produk yang ditawarkan banyak, tapi apa yang membuat si calon konsumen itu beralih menggunakan produk dan jasanya. Di sini pebisnis harus cerdik melihat kemungkinankemungkinan yang terjadi. Safir Senduk juga menegaskan sikap tidak boleh cepat mengharapkan hasil bagi para pebisnis pemula. Kesabaran itu diperlukan untuk beradaptasi dengan usaha yang mulai dirintis. Kadang kegagalan itu perlu dirasakan oleh pebisnis karena lewat kegagalanlah pengusaha akan mencoba menghindari kesalahan yang sama Jika kita sudah berani mencoba maka kita harus berani gagal atau berani sukses. Intinya, seberapa keras kita berusaha itulah harga uang akan kita dapatkan. Tidak ada kamus gagal bagi yang berjiwa enterpreuner. Yang ada adalah seberapa cepat Anda bangkit dari kegagalan itu. Bagaimana, siap berbisnis? |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Sabtu, 03 Mei 2008 )
|
|
|
Membuat Rencana Bisnis yang Baik |
|
|
Ditulis Oleh Slamet Riyadi
|
|
Minggu, 30 Maret 2008 |
Membuat Rencana Bisnis yang Baik Sumber: www.danamon.co.id Membuat Rencana Bisnis yang BaikRencana bisnis yang baik, harus dapat menjelaskan 4 (empat) bagian penting berikut: 1. Gambaran usaha (description of the business) 2. Pemasaran (marketing plan) 3. Keuangan (financial management plan) 4. Manajemen (management plan) |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Sabtu, 03 Mei 2008 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|