|
halal bi halal |
|
|
Selasa, 01 September 2009 |
|
rencang2 lan sederek2 polokorto monggo kangge ngraketaken sedherekan, ndamel acara halal bi halal. |
|
|
salam kangen temen-temen smansa lulusan 98 |
|
|
Selasa, 10 Pebruari 2009 |
|
buat temen-temen aku yang paling kocak...alumnus SMU N I Sukoharjo yang lulus tahun 98..aku kangen nich sama kalian semua. Pasti dah pada married semua yach. Aku sekarang tinggal di bandung..maklum..nyokap emang orang asli bandung. Salam kanggo konco-conco eks 2.8 dan 3 IPA 5 SMANSA. Salam buat eko,wakhid,kemin,patria"glondhoh",IG,Wawan,Koko,Marwoto,Uut, Nining, Kunti, Nawang, Putri, Dian,Nova,mbak tri, diana.. Ana,Triana lan konco-konco kabeh yang gak iso tak sebutne satu persatu. Peace semua. Kapan reunian. Kalo reunian hub aku ya di 02292421622. Oke |
|
|
To Alumnus SMP N 1 Mojolaban |
|
|
Rabu, 19 November 2008 |
To temen2 Alumni SMPN 1 Mojolaban dapat mengirimkan email ke Mail saya di atas atau bisa Kunjung Blog saya di Ristabo52.blogspot.com
Salam buat Yuni F Orang Yang sangat kucintai dari Sekolahku |
|
|
Cari Temen - Temen. |
|
|
Ditulis Oleh suwarno
|
|
Minggu, 02 November 2008 |
|
Hallo Temen - Temen dari sukoharjo terutama alumni SMP Negeri 1 Polokarto Angkatan 1992 (atau lulusan tahun 1995) kalau menemukan situs ini kabar - kabar ya. ke aku di
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
, buat webmaster agak sedikit di tabahin ya kontennya biar tambah bagus. matur nuwum sanget. |
|
|
Melihat potensi Desa Tepisari |
|
|
Ditulis Oleh Webmaster
|
|
Selasa, 19 Pebruari 2008 |
Desa Tepisari, Kecamatan Polokarto ini tidak terlalu jauh dari pusat Kota Sukoharjo. Untuk menjangkau desa ini hanya memakan waktu sekitar 10 menit dengan mengendarai sepeda motor.
| Sebagian penduduk Desa Tepisari menggantungkan hidup ke bidang pertanian. Sebagian lainnya, khususnya kaum muda lebih memilih merantau ke luar kota, luar Pulau Jawa, bahkan ke luar negeri untuk mencari nafkah. Sementara sebagian kecil lainnya menjadi penyadap karet di perkebunan karet yang ada di wilayah itu. Desa seluas 616 ha ini berpenduduk 3.036 jiwa atau sekitar 600 kepala keluarga (KK). Desa ini berbatasan dengan Desa Mertan (Bendosari) di sebelah selatan, berbatasan dengan Desa Kenokorejo di sebelah barat, berbatasan dengan Desa Bulu di sebelah timur dan berbatasan dengan Desa Rejosari di sebelah utara. Seperti daerah lain di sekitarnya, sebagian lahan Desa Tepisari cukup gersang sehingga tidak cocok dijadikan lahan tanaman padi, sebab tanaman ini hanya ditanam pada musim penghujan. Selebihnya tidak mungkin dilakukan kerena wilayah ini tidak banyak mendapat saluran irigasi teknis. Kepala Desa (Kades) Tepisari, Suyanto, mengatakan dalam tiga atau empat kali masa tanam, hanya satu hingga dua kali musim yang dapat ditanami padi. Sedangkan musim selebihnya, petani menanam palawija jenis jagung dan kacang. Kedua jenis inilah yang menjadi andalan petani untuk menjadikannya komoditi perdagangan yang menopang ekonomi mereka. ”Sebagian besar wilayah kami cukup tandus sehingga tidak bagus ditanami padi. Petani lebih sering menanam jagung atau kacang yang relatif tidak memerlukan banyak air,” kata dia saat ditemui Espos, di balaidesa setempat, Jumat (15/2). Keterbatasan kondisi alam inilah yang membuat desa ini menjadi salah satu penghasil jagung. Jagung-jagung yang dipanen warga dijual kepada warga di luar daerah. Hanya sedikit hasil panen yang dikonsumsi sendiri oleh petani sebagai nasi jagung, karena proses pembuatan makanan ini cukup lama. Meski harga jagung tidak sebagus padi, namun hasil penjualan dapat digunakan untuk membeli beras dan kebutuhan hidup sehari-hari. Sementara itu, jagung-jagung itu digunakan sebagai bahan campuran membuat pakan ternak. ”Jagung-jagung itu dibeli untuk membuat pakan ternak,” kata Kades. sumber : solopos.co.id | |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Sabtu, 01 Maret 2008 )
|
|
|